Masyarakat praaksara adalah manusia yang hidup pada masa sebelum mengenal tulisan. Corak hidup mereka mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pada awalnya, manusia hidup dengan cara berburu dan meramu (food gathering), yaitu mencari makanan langsung dari alam seperti berburu hewan dan mengumpulkan tumbuhan. Pada masa ini, mereka hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat dan menggunakan alat sederhana dari batu dan tulang.
Seiring waktu, manusia mulai memasuki masa bercocok tanam (food producing), di mana mereka sudah mampu mengolah alam untuk menghasilkan makanan sendiri. Mereka mulai hidup menetap, membangun tempat tinggal, serta mengenal pertanian dan peternakan sederhana. Alat-alat yang digunakan juga lebih halus dan berkembang.
Selanjutnya, pada masa perundagian, kehidupan manusia semakin maju dengan ditemukannya teknologi logam seperti perunggu dan besi. Pada masa ini sudah terdapat pembagian kerja dalam masyarakat, munculnya kelompok ahli (undagi), serta berkembangnya kegiatan perdagangan. Selain itu, masyarakat praaksara juga memiliki kehidupan sosial yang teratur, bekerja sama dalam kelompok, serta memiliki kepercayaan seperti animisme dan dinamisme. Perkembangan corak hidup ini menunjukkan bahwa manusia semakin mampu beradaptasi dan mengembangkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.